Ren Zhengfei, Huawei CEO

Huawei telah menawarkan kepada Apple untuk menggunakan chip 5G berkecepatan tinggi serta chip lainnya kepada saingannya; Apple. Ini merupakan perubahan strategi teknologi raksasa China terhadap kekayaan intelektualnya.


Pembuat peralatan jaringan terbesar di dunia ini berada di pasar untuk waktu yang relatif singkat dengan smartphonenya yang dengan cepat naik menjadi vendor terbesar ketiga pangsa pasar.

Huawei memulai dengan menjual ponsel dengan harga murah untuk kelas bawah, dan dalam beberapa tahun terakhir mulai bergeser untuk fokus untuk pasar kelas atas untuk melawan Apple dan Samsung.

Sebagai bagian langkah ini, Huawei telah mengembangkan chip sendiri, termasuk untuk smartphone dengan konektivitas 5G.

5G adalah teknologi jaringan generasi penerus 4G yang menghadirkan data dengan kecepatan tinggi. Sejauh ini, teknologi ini hanya digunakan di perangkat Huawei.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang disiarkan Senin yang lalu, pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhenfei menuturkan; perusahaan akan mempertimbangkan untuk menjual chip 5G kepada Apple.

Apple belum merilis perangkat yang mendukung teknologi 5G. Perusahaan ini sebelumnya menggunakan modem dari Qualcomm dan Intel untuk iPhone-nya. Apple dan Qualcomm terlibat sengketa hukum terkait paten.

Qualcomm memeiliki modem yang mendukung 5G, sementara Intel diperkirakan baru merilisnya pada 2020. Itu berarti Huawei akan menjadi alternatif jika Apple ingin merilis ponsel 5G tahun ini.

Huawei menghadapi tekanan dari Amerika Serikat karena tuduhan Huawei mempunyia resiko keamanan nasional karena dapat membantu pemerintah China melakukan spionase. Huawei berulang kali membantuh tuduhan itu.

 

Cnbc

(sa-jebejebe)

Created at 15 April 2019, 19:33:26
Hits 258
Post Related
Facebook Inc sedang mengembangkan asisten suara untuk menyaingi Alexa dari Amazon.com, Siri dari Apple Inc. dan Asisten Google dari Alphabet Inc.
Huawei telah menawarkan kepada Apple untuk menggunakan chip 5G berkecepatan tinggi serta chip lainnya kepada saingannya; Apple. Ini merupakan perubahan strategi teknologi raksasa China terhadap kekayaan intelektualnya.
Silicon Valley : Perang artificial intelligent (AI), kecerdasan buatan menjadi "perang" baru bagi bisnis di Silicon Valley. Perusahaan besar berlomba-lomba memberikan tawaran bagi mereka yang mempunyai kemampuan tentang AI.