Kabupaten Lebak dilintasi jalur kereta api Jakarta-Merak. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas 340 desa dan 5 kelurahan. Baduy merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki Kabupaten Lebak dan sering dikunjungi wisatawan mancanegara karena memiliki keunikan tersendiri. 


Jelajah Lebak Membara - Catatan Pejalan Kaki
Judul tulisan sengaja mengambil Judul Film Laga Indonesia, agar kesan dramatis, heroiknya mengena. Film yang di produksi tahun 1982, di Bintangi aktor Laga Legendaris George Rudy, besutan sutradara handal spesialis film kolosal Imam Tantowi ini cukup sukses.

Lebak membara, film dengan latar belakang zaman penjajahan Jepang, di daerah Lebak. El Manik dan Minati Atmanegara adalah dua nama pesohor Indonesia yang ikut meramaikan film ini dan cukup menjadi jaminan kesuksesan dari Lebak membara.

Tapi kali ini saya tidak akan membahas terlalu jauh film peraih 3 (tiga) Piala Citra tahun 1984, sebagai Skenario Tebaik, Pemeran Pembantu Wanita Terbaik dan Penata Musik Terbaik.
Tulisan ini ingin bertutur tentang Perjalanan saya menuju sebuah Kabupaten di Provinsi Banten. 

Kabupaten Lebak dilintasi jalur kereta api Jakarta-Merak. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas 340 desa dan 5 kelurahan. Baduy merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki Kabupaten Lebak dan sering dikunjungi wisatawan mancanegara karena memiliki keunikan tersendiri. (sumber : wikipedia.org)

Sejatinya ini bukan perjalanan pertama saya ke Wilayah kekuasaan suku Baduy ini, tapi pertama kalinya saya harus menginap dan menikmati udara segar nan bersih di wilayah Lebak.
Perjalanan menuju Kampung Cimasuk Desa Cikate Kecataman Cigemblong Kabupaten Lebak memakan waktu kurang lebih 8 (delapan) jam dari Balaraja Kabupaten Tangerang. Melewati Cisoka, menuju Rangkasbitung, kemudian mengambil jalur arah Cimarga lurus terus hingga ke Cigemblong.

Jangan ditanya soal pemandangan, anda akan dimanjakan dengan nuansa hijau dedaunan dan perbukitan. Jalur yang cukup memacu adrenalin dengan bebatuan terjal tanpa aspal, sangat perlu diperhatikan perbekalan yang cukup bagi siapa saja yang hendak melukakan penjelajahan di wilayah Lebak ini.

Perjalanan saya kali ini, karena rasa penasaran ketika sebuah komunitas "Sobat Mengajar Indonesia" membagi ceritanya pada laman media sosial. Kisah tentang sebuah daerah yang tidak terjamah sinyal celular, kisah tentang jarak yang harus ditempuh seorang anak Bangsa untuk mengenyam pendidikan Sekolah Dasar. Dan kisah tentang patriotiknya sekumpulan Mahasiswa yang mengabdi, menghabiskan masa liburan semester mereka dipelosok desa nun jauh dari keramaian kota.

Sobat Mengajar Indonesia adalah sebuah komunitas yang berdiri sejak 24 Februari 2018. Komunitas yang bergerak dibidang Sosial Pendidikan dan Kesehatan ini di inisiasi oleh beberapa Mahasiwa yang tergerak hatinya untuk mengabdikan diri untuk Indonesia.

Persis berkumandangnya Adzan maghrib saya pun tiba ditempat tujuan, yakni Kampung Cimasuk Desa Cikate Kecamatan Cigemblong Kabupaten Lebak, Banten. setelah melewati 5 (lima) kali tanjakan terjal, dan 5 (lima) turunan curam. Kendaraan yang saya tumpangi Datsun Go Plus keluaran tahun 2014, nyaris tidak bisa melanjutkan perjalan setelah di tanjakan terakhir menuju lokasi, mobil meluncur mundur meskipun pedal gas sudah dimaksimalkan.

Tahukah anda kendaraan saya berhasil nanjak setelah melakukan beberapa ritual yang disaran warga sekitar. Percaya atau tidak tapi ini yang saya alami. 

Dan Benar saja tiba dilokasi, sinyal telepon genggam saya tidak ada. Tahun 2021 di wilayah yang dekat saja dengan Ibukota Negara, jalanan masih bebatuan terjal, sampai sinyalpun tidak nampak. Esok harinya saya disambut keceriaan dan senyum manis anak-anak Kampung ini yang hendak menuntut ilmu ke sekolah. Dan kita dibuat terkejut mendapati kenyataan beberapa anak-anak itu harus menempuh perjalan 1-2 jam untuk datang ke Sekolah Dasar SDN Cikate II. Belum lagi harus melewati hutan belantara dan lain sebagainya. Sungguh ironi, tapi ini wajah Negeri yang kita cintai.

Namun demikian, dibalik segala kekurangan yang ada pada daerah ini, saya menemukan cinta didalamnya. Saling memberi dan menerima menjadi tradisi yang kuat di Desa Cikate ini. Ekspedisi kami yang membawa beberapa bantuan berupa mie instan, makanan kaleng, pakaian layak pakai, buku-buku cerita untuk anak-anak dan beberapa perlengkapan sekolah. Dibalas oleh para orang tua di Cikate dengan memberi saya hasil dari pertanian dan perkebunan.

Alhasil begitu kembali kerumah kendaraan saya tetap penuh dengan oleh-oleh berupa gula aren, pisang, singkong, emping dan lain-lain. Sungguh saya sudah berusaha menolak pemberian mereka ini, namun kemudian saya tak sampai hati melihat mata-mata jernih itu menitikan air mata kesedihan. Maka disinilah saya menambatkan hati, berazzam kelak akan kembali.

Created at 17 Maret 2021, 09:03:30
Hits 166
Post Related
Kabupaten Lebak dilintasi jalur kereta api Jakarta-Merak. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas 340 desa dan 5 kelurahan. Baduy merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki Kabupaten Lebak dan sering dikunjungi wisatawan mancanegara karena memiliki keunikan tersendiri. 
Hebron (jebejebe.com) - Ini adalah apa yang saya saksikan selama mengunjungi Palestina dan Israel pada rentang 28 April hingga 2 Mai 2018Hebron adalah salah satu kota besar yang terdapat di wilayah otoritas Palestina. Namun walaupun demikian, kota ini dijaga oleh tentara pemerintah zionis Israel. Di setiap sudut kota tua ini pun, kita juga bisa melihat bendera Israel berkibar.