Muslim Yunani

Yunani : Yunani adalah satu-satunya negara Eropa yang mempertahankan dua sistem hukum; hukum sipil dan hukum Islam setelah keruntuhan Kekaisaran Ottoman pada tahun 1918.




Pada bulan januari yang lalu, pemerintahan Yunani mengeluarkan amandemen hukum yang memungkinkan Muslim untuk memilih hukum sipil atau hukum Islam dalam mengadili sengketa.

Sengketa dimulai satu dekade yang lalu, antara Chatidje Molla Sali dengan dua saudara iparnya. Chatidje mewarisi harta dari suaminya berupa properti bernilai jutaan dollar dipropinsi Thrace, Utara Yunani dimana pasangan suami istri itu tinggal dan juga di Istanbul.

Kehidupan aman secara financial stelah kematian suaminya telah digugat oleh dua suadara iparnya terkait hukum Islam dimana mereka juga mendapatkan bagian dari warisan suaminya.

Sengketa Sali menjadi kasus penting di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa dan mendorong pemerintah Yunani secara radikal mengubah hukum yang mengatur umat Islam yang telah berlaku sejak jaman Kekaisaran Ottoman pada tahun 1918.

Molla Sali menang di pengadilan rendah yang menjunjung tinggi kehendak suaminya di bawah hukum sipil Yunani, tetapi keputusan itu dibatalkan di Mahkamah Agung Yunani yang memberlakukan hukum Islam untuk menyelesaikan sengketa.

Selama empat dekakde terakhir, para ulama Yunani secara diam-diam memutuskan sengketa warisan menurut hukum sipil Yunani, bukan hukum Islam karena dengan alasan sebagian besar warga Muslim menghendakinya.

Menurut Klantiz, Sekretaris Jenderal Keagamaan dan Pendidikan Yunani mengatakan "99 sampai 100 persen Muslim Yunani lebih suka hukum sipil Yunani dibandingkna hukum Islam menyangkut warisan"

"Tetapi masalah terbesar adalah bahwa [hukum Islam] tidak mengakui kehendak," kata Ilhan Ahmet, salah satu dari tiga anggota parlemen untuk konstituensi Rhodopi, di mana kasus Molla Sali berasal.

Ahmet juga khawatir bahwa undang-undang baru itu dapat menghapus ketentuan hukum Islam yang melindungi perempuan: pemutusan, atau maharr, yang dibayar oleh seorang suami kepada seorang istri ketika bercerai.

(sa, jebejebe.com)
Aljajeera

Created at 14 Juni 2018, 14:33:45
Hits 161
Post Related
Seorang mantan pengantin ISIS, yang keluar dari organisasi ISIS setelah menghabiskan dua tahun di Suriah, telah menyalahkan intimidasi anti-Islam di sekolahnya di Inggris yang menyebabkan dia bergabung dengan ISIS.
Berlin : Menteri keluarga Jerman telah membela penggunaan burkini di sekolah-sekolah, mengatakan bahwa pakaian renang dapat membantu gadis-gadis Muslim berintegrasi.
Yunani : Yunani adalah satu-satunya negara Eropa yang mempertahankan dua sistem hukum; hukum sipil dan hukum Islam setelah keruntuhan Kekaisaran Ottoman pada tahun 1918.